Fenomena “Om Telolet Om” yang terjadi di Indonesia – Bus Pariwisata

24 Feb, 2023 11:31:04

Sekitar tahun 2016 hingga 2018 pernah terjadi fenomena unik pada skena bus di Indonesia. Fenomena tersebut juga bahkan menjadi buah bibir di kancah internasional, hingga beberapa tokoh publik ikut membicarakan bahkan berpartisipasi terhadap fenomena tersebut. Fenomena itu ialah “Om Telolet Om”, kejadian yang menjadi trending topik teratas pada masanya.

Om Telolet Om adalah viral hiburan yang muncul dari kebiasaan anak-anak di sekitar jalan lintas Jepara-Kudus. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak anak-anak meminta supir bus dengan sebutan om untuk membunyikan klakson mobil. Klakson bus itu bukan hanya sekadar berbunyi "tin-tin" tapi terdengar seperti bunyi telolet. 

Bahkan para supir pun banyak membawakan nada-nada lagu di hadapan anak-anak di pinggir jalan. Tidak sedikit pula orang dewasa dan orang tua ikut menyaksikan kegiatan request telolet tersebut. Mereka memadati sisi kiri dan kanan sambil menunggu bus antar kota lewat. Ada juga yang sengaja menulis tulisan besar Om Telolet agar dibaca oleh supir bus. 

Video aksi anak-anak Jepara itu banyak diunggah ke Youtube berjudul Bus Telolet. 

Video Om Telolet Om semakin menjadi viral di dunia maya. Demam itu tidak hanya di tanah air, tapi juga sampai ke telinga selebritas mancanegara. 

Bahkan fenomena Om Telolet Om juga menjadi pembahasan dan sorotan di beberapa media luar negeri. Seperti artikel yang ditulis Billboard.com. Laman tersebut menulis banyaknya musisi dunia yang memperbincangkan Om Telolet Om.

(sumber: www.jawapos.com )

Bahkan musisi ternama seperti DJ Snake, DJ Zedd, bahkan DJ Martin Garrix bercuit lewat Twitter dengan menuliskan kalimat fenomenal tersebut. DJ Snake, DJ Zedd, dan DJ Martin Garrix bahkan mempertanyakan arti telolet dengan memposting "What is Om telolet Om?"

Sayangnya fenomena yang telah menjadi buah bibir internasional ini mengalami berbagai macam kontra. Hal ini timbul karena para pemburu “Om Telolet Om” ini sering kali membahayakan  seperti tidak beridiri pada tempat yang seharusnya, mengganggu ketenangan masyarakat sekitar, bahkan menerobos tol. Terkait dengan hal itu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merekomendasikan kepada Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub untuk melarang kendaraan besar menggunakan klakson tambahan (''telolet''). Rekomendasi itu menyusul ada dugaan klakson tambahan jadi salah satu penyebab kecelakaan maut truk tangki Pertamina di Cibubur yang menewaskan 10 orang.

"Untuk sementara waktu agar melarang semua penggunaan klakson tambahan yang instalasinya mengambil sumber daya tenaga pneumatic dari tabung udara sistem rem sambil merumuskan kebijakan teknis yang tepat untuk memenuhi kebutuhan klakson pada kendaraan besar di Indonesia yang memiliki karakteristik tersendiri," ujar Plt Kepala Subkomite Investigasi Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT Ahmad Wildan dalam konferensi pers, Selasa (18/10/2022).


Wildan mengatakan klason 'telolet' menggunakan tenaga angin dari bunyi klakson nyaring. Angin yang digunakan, kata Wildan, diambil dari tabung angin untuk pengereman.
(sumber: www.newsdetik.com )

 

 

 

 

Newsletter

Tetap Up to Date dengan Berlangganan Newsletter Kami
;